Gentara, 24/05/2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peresmian gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Senin (18/5), sebagai bagian dari upaya menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan berkualitas bagi warga Jakarta.
Kehadiran gedung baru ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan primer di wilayah Meruya Selatan II yang saat ini melayani sekitar 20.113 jiwa. Puskesmas Pembantu tersebut juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi, mencapai rata-rata 80 hingga 100 pasien setiap harinya sepanjang tahun 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II. Ia menilai fasilitas yang tersedia sudah cukup baik dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk berobat maupun melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara soal pengobatan, tetapi juga bagaimana fasilitas kesehatan mampu menjadi ruang interaksi sosial dan pusat kegiatan masyarakat. Hal itu terlihat dari berbagai inovasi pelayanan yang dihadirkan di puskesmas tersebut, khususnya bagi kelompok lansia dan anak-anak.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah Teras Sehat, sebuah program pemberdayaan lansia melalui pengembangan tanaman hidroponik, tanaman obat keluarga, serta budidaya ikan sebagai sumber protein tinggi. Program tersebut tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga memperkuat aktivitas sosial warga lanjut usia agar tetap aktif dan produktif.
Selain itu, tersedia pula Glam atau Gym Lansia Aktif Mandiri yang menjadi area khusus bagi lansia untuk melakukan aktivitas fisik ringan dan menjaga kebugaran tubuh. Gubernur Pramono bahkan mengaku terkesan melihat antusiasme para lansia yang rutin memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi bersama warga lainnya.
Tidak hanya fokus pada lansia, Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II juga menyediakan Area Moana, sebuah area bermain anak yang dirancang untuk mendukung perkembangan motorik dan stimulasi tumbuh kembang anak. Kehadiran area ini diharapkan dapat menciptakan suasana pelayanan kesehatan yang lebih ramah keluarga dan nyaman bagi anak-anak.
Puskesmas ini juga telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni sistem pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang mencakup pelayanan ibu dan anak, usia produktif, hingga lansia. Konsep tersebut turut diperkuat dengan pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Saat ini, Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II didukung oleh 17 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, serta tenaga pendukung lainnya. Seluruh tenaga kesehatan tersebut melayani empat RW di wilayah Meruya Selatan II dengan berbagai layanan kesehatan dasar dan pemeriksaan rutin masyarakat.
Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta kini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah juga berencana membangun dua rumah sakit tambahan guna memperkuat pemerataan akses kesehatan masyarakat di ibu kota.
Selain pembangunan fasilitas kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga terus menjalankan berbagai program prioritas seperti pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui JakCare, hingga digitalisasi layanan kesehatan melalui JAKSIMPUS. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan penataan lingkungan sehat sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hingga 2026, jumlah RW kumuh di Jakarta berhasil ditekan dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW atau turun lebih dari 52 persen. Upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan lingkungan kota yang lebih sehat, tertata, dan layak huni bagi seluruh warga Jakarta.
















